Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2014

Waktu Yang Salah- Fiersa Besari (lirik)



Jangan tanyakan perasaanku, jika kau pun tak bisa beralih

Dari masa lalu yang menghantuimu, karena sungguh ini tidak adil

Bukan maksudku menyakitimu, namun tak mudah tuk melupakan

Cerita panjang yang pernah aku lalui, tolong yakinkan saja raguku


Pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu

Meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka

Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untukku

Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah


Hidup memang sebuah pilihan, tapi hati bukan tuk dipilih

Bila hanya setengah dirimu hadir dan setengah lagi untuk dia




Pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu

Meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka

Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untukku

Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah


Bukan ini yang ku mau, lalu untuk apa kau datang?

Rindu tak bisa diatur, kita tak pernah mengerti

Kau dan aku menyakitkan

Pergi saja engkau pergi dariku, biar kubunuh perasaan untukmu

Meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka

Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untukku

Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah



Sabtu, 20 Juli 2013

APRIL - FIERSA BESARI (LIRIK)

Coba tanya hatimu sekali lagi
sebelum engakau benar-benar pergi
masihkah ada aku di dalamnya
karna hatiku masih menyimpanmu

kisah kita memang baru sebentar
namun kesan terukir sangat indah
ku memang bukan manusia sempurna
tapi tak pernah berhenti berharap

membuatmu tersenyum 
walau tak pernah berbalas
bahagiamu juga bahagiaku

saat kau teralu rapuh
pundak siapa yang tersandar
tangan siapa yang tak melepas
ku yakin aku

bahkan saat kau memilih
untuk meninggalkan aku
tak pernah lelah menanti
karna ku yakin akan kembali

ada engkau dalam setiap doaku
sungguh aku rindu berbagi tawa
kini kita tidak lagi menyapa
biarlah dari kejauhan

melihatmu tersenyum
walau tak pernah berbalas
bahagiamu juga bahagiaku

saat kau teralu rapuh
pundak siapa yang tersandar
tangan siapa yang tak melepas
ku yakin aku

bahkan saat kau memilih
untuk meninggalkan aku
tak pernah lelah menanti
meskipun engkau tak akan kembali

masih berharap . . . 
kau akan kembali. . .