Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2014

Sinopsis Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy



Tokoh utama dalam novel ini adalah Anisa yang biasa dipanggil Nisa. Nisa hidup dalam lingkungan pesantren milki ayahnya. Nisa mempunyai dua saudara laki-laki yaitu Rizal dan Wildan.
Nisa selalu menghabiskan hari-haring bersama kedua kakaknya. Suatu hari Nisa pergi bersama kakaknya Rizal keluar dari pesantren bermain seharian. Nisa mempunyai keinginan untuk belajar menunggang kuda seperti yang dilakukan kakaknya tetapi ayahnya melarang karena ayahnya menganggap bahwa hanya laki-laki yang pantas untuk menaiki kuda. Keinginan Nisa tetap tinggi untuk bias naik kuda ia semakin mempunyai halangan yang berat karena diawasi enam santri yang disuruh ayahnya. Dalam segala urusan yang berkenaan dengan laki-laki  Nisa selalu dikesampingkan karena wanita dianggap hanya bias memasak, melayani suami dan mengurusi anak-anak kelak. Dalam hal apapun Nisa dan Rizal sering terlibat perselisihan seperti pada saat Nisa ingin belajar qiraah pada Mbak May yang pernah juara tingkat kabupaten. Karena merasa dikesampingkan terus-menerus Nisa semakin bersemangat untuk belajar qiraah dan naik kuda. Suatu saat waktu pulang belajar dari kamar Mbak May Nisa ketahuan ayahnya  dan dimarahi habis-habisan. Setelah kejadian itu Nisa semakin mendapat aturan-aturan yang ketat dari ayahnya. Nisa dilarang untuk keluar pesantren selain untuk sekolah dan mengaji dipesantren. Ayah Nisa termasuk orang yang masih berpikir kolot  karena menganggap perempuan lemah dan mengajarkan tentang kitab-kitab kisah zaman dulu. Nisa sedikit mendapat pembelaan dari Lek Kudhori  seorang gurunya tetapi hal itu tidak dapat mengubah semuanya karena Ayah Nisa sangatlah dihormati. Dalam mengajar Lek Kudhori selalu menceritakan pahlawan-pahlawan perempuan yang membuta Nisa menyukainya.
Nisa merasa sedih karena Lek Kudhori sebentar lagi pergi ke Kairo untuk melanjutkan studinya. Rizal meski sudah dewasa selalu berpenampilan biasa memakai celana pendek namun tidak pernah dipermasahkan seperti Nisa saat melakukan kesalahan sedikit saja. Nisa memiliki nama asli Annisa Nuhaiyyah yang berarti perempuan yang berakal atau perempuan yang berpandangn luas. Menurut ibunya ibu Hajjah mutmainah nama itu diberikan karena diharapkan Nisa dapat menggantikan posisi ayahnya kelak.
Setelah kepergian Kudhori Nisa selalu murung dan mengurung dirinya di kamar. Nisa merasa tidak ada lagi sosok malaikat yang selalu membelanya dan tulus menyayanginya. Meski Nisa dan Kudhori jauh mereka tetap menjalin hubungan melalui surat. Nisa di pesantern bagai seorang putri yang banyak mengagumninya termasuk Pak Joko.
Suatu hari karena kejenuhannya Nisa mengajak Aisyah keluar ke kota untuk menonton film Amitha Bacham di bioskop. Saat di depan bioskop Nisa ditarik seorang pemuda yang berniat jahat padanya, beruntung pada saat yang bersamaan Pak Tasmin seorang penjual peralatan kerja yang pernah melihat Nisa saat mengarap sawah milik ayahnya  menolongnya hingga membuat laki-laki itu menjauhinya.
Seminggu kemudian Ayah Nisa mengetahui kejadian di bioskop. Ayah Nisa sangat marah karena hal itu, ayah Nisa mengancam akan memasukkan Nisa ke pesantern yang jauh. Nisa memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya di dalam kitab-kitab. Hingga terkadang hal itu membuat tawa teman-temannya karena selalu ditanyakan pada pak Kiai saat belajar di kelas. Nisa telah memasuki masa dewasa karena ia telah menemui masa haidz yang pada umumnya anggapan di pesantren itu dianggap sebagai tanda kedewasaan seorang perempuan. Karena kekawatiran Ayahnya Nisa kemudian dijodohkan dengan Samsudin yang telah memilki seorangt istri bernama Kalsum. Ayah Nisa tidak dapat menolak ajakan teman dekatnya Kiai  Nazarudin. Pernikahan itupun terjadi meski tidak didasari dengan rasa saying diantara mereka. Setelah pernikahan itu Nisa selalu mendapat perlakuan yang tidak menyengkan. Nisa selalu dipaksa untuk melayani Samsudin meski hal tersebut dilarang dari segi agama dengan kekerasan seks. Hari demi hari Nisa lalui bersama Samsudin dan istrinya yang pertama Kalsum. Kalsum menceritakan banyak hal pada Nisa. Nisa memberikan banyak pelajaran pada Kalsum tentang apa yang salah dan benar menurut syariat. Nisa dan Kalsum menjadi semakin dekat hingga seperti kakak adik. Nisa dan Samsudin terlibat suatu pertengkaran yang hebat karena Nisa ingin mempertahankan haknya sebagai seorang wanita.   Nisa menyadari jika Samsudin memiliki kelainan seks sejak dengan Ayahnya Kiai Najamudin karena memilki gambar dan film porno yang masih tersimpan dilemarinya.  Nisa semakin mendapat perlakuan yang tidak manusiawi ia sering ditampar oleh Samsudin atas penolak-penolakannya.
Setelah selesai belajar di Kairo kudhori pulang. Kudhori disambut meriah dilingkungan pesantren hingga dibuatkan acara seperti pesta kegembiraan atas keberhasilannya. Nisa melepas rindu terhadap Kudhori dan memeluknya. Kudhori pun masih menganggap Nisa seperti yang dikenal dulu meski sekarang ia telah bersuami. Nisa kemudian menceritakan banyak hal pada Kudhori. Nisa sudah tidak bias menyembunyikan segala yang menimpanya. Nisa menganggapm saat itulah yang tepat untuk membongkar segala yang dilakukan Samsudin terhadapnya. Mereka semua yang ada disana terkejut dan terpana atas pernyataan Nisa. Ibu Nisa sangat beremapti pada Nisa dan memeluknya. Semua orang berubah dan menyadarinya. Ayahnya Nisa jatuh sakit mendengar semua yang terjadi pada Nisa. Rizal dan Wildan sadar yang meminta Nisa untuk tabah menghadapi apa yang dialaminya. Suatu malam diadakan pertemuan untuk membahasa permasalahan yang menimpa Nisa. Sebuah keputusan diambil karena Ayah Nisa merasa tidak enak untuk menemui Kiai Najamudin maka awalnya Kudhori diajukan untuk menjadi penggantinya namun karena dirasa masih muda maka Kiai Mahfud yang mengantikannya.
Kiai mahfud menemui Kiai Najamudin dan mengambil keputusan perceraian. Setelah berceria dengan samsudin Nisa pergi ke kecamatan bersama Kudhori. Ayah Nisa tidak menyetujui hubungan itu dan menyuruh kudhori pulang ke kampong halamannya atau pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan Nisa. Mereka berpisah, namun Kudhori berjanji akan dating lagi untuk melamarnya,. Nisa melanjutkan kuliahnya. Kudhori mengajar di dua universitas dan membuatnya semakin mapan. Denganb kemapananya Kudhori mengajak Nisa menikah meski pada walnya Nisa masih ragu untuki membangun rumah tangga yang kedua kalinya namun Kudhori selau sabar dalam meyakinkan Nisa. Mereka berdua pun menikah dan menghabiskan hari-harinya penuh dengan kebahagiaan. Saat-saat tertentu Nisa masih teringat pada apa yang dilakukan Samsudin. Dengan kasih sayangnya Kudhori selalu sabar menghadapi Nisa. Beberapa tahun kemudain mereka mempunyai anak yang diberi nama Mahbub.

Bagai petir disiang bolong Nisa sangat terkejut saat mendengar berita bahwa Kudhori mengalami sebuah kecelakaan. Terdengar kabar bahwa samsudin yang telah menabrak Kudhori. Kudhori dibawa kerumah sakit namun Tuhan berkehendak lain. Kudhori akhirnya meninggal karena mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Semua orang member dukungan pada Nisa. Nisa menyuruh Mahbub untuk member salam yang terakhir untuk ayahnya. Dan saat itu pula Nisa  mengucapkan rasa sayangnya pada Kudhori.


Sabtu, 21 Juni 2014

Unsur Intrinsik Novel "Jemini" karya Suparta Brata

1. Novel Jemini karya Suparto Brata merupakan salah satu karya sastra yang mengangkat tema mengenai kawin paksa yang dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya. Hal ini dapat dilihat pada episode ketika Semi dan Wagiman memaksa Jemini untuk kawin dengan prajurit yang berasal dari tangsi Sambongan.


2. Pemberian judul novel diambil dari salah satu tokoh sentral di dalam novel, yaitu Jemini. Tokoh Jemini merupakan tokoh sentral pada novel tersebut. Hal ini dikarenakan tokoh Jemini selalu berhubungan dengan tokoh lain pada setiap episode cerita. Tokoh lain tersebut antara lain: Wagiman, Semi, Oom Piet, Urip, Siti, Wak Talib, Radian, dan Kadinah. 

3. Latar yang muncul pada novel Jemini cukup bervariasi. 


a. Latar tempat antara lain: Kompleks Tangsi Surabaya yang terdiri dari Rumah Dinas Wagiman, Kampung Landa, Dapur Umum, dan Kamar Mandi Umum. Selain itu juga ada Tangsi Sambongan, Tangsi Betawi (Jagalan), Stasiun Pasar Senen, Stasiun Padalarang, Tangsi Batujajar, Rumah Raden Kartakusumah, Kantin Ibu Semi, Kampung Gatotan, Tangsi Batujajar, dan Pelabuhan Tanjungpriuk. 


b. Latar waktu, antara lain: tanggal dua puluh lima, satu bulan lamanya Jemini di rumah Raden Kartakusumah, sebulan sekali setiap tanggal dua puluh enam, hari Minggu dengan adanya acara matinéé, pada suatu hari, pagi hari, bulan Oktober musim kemarau, dan malam hari.


c. Latar suasana yang tergambar pada novel Jemini antara lain: suasana meriah perkawinan Jemini dengan Urip, suasana menegangkan dan panas pada malam hari di awal perkawinan Jemini dengan Urip, suasana menyedihkan dan memilukan ketika Jemini disiksa oleh Radian, suasana bimbang dan bingung untuk menentukan arah tujuan ketika Jemini meninggalkan tangsi Betawi (Jagalan), dan akhirnya menuju Padalarang, suasana sedih ketika Jemini dimarahi oleh Wagiman karena meninggalkan Radian tanpa pamit, suasana sedih Oom Piet Coertszoon ketika putus dengan tunangannya Marie Wevers, suasana sedih Oom Piet Coertszoon ketika belum mendapatkan izin atasannya untuk mengawini Jemini, suasana kesedihan Siti ketika ditanya Jemini tentang anak-anaknya yang dibawa Oom Slompret kembali ke Belanda, suasana sedih Kadinah ketika akan melahirkan, ia meminta Jemini mendatangkan Siti untuk menunggui kelahiran anaknya, suasana kegembiraan Oom Piet Coertszoon karena akhirnya atasannya mengizinkan ia mengawini Jemini selanjutnya pesta perkawinan keduanya di Gereja, suasana gelisah Jemini ketika menantikan kedatangan kembali Oom Piet Coertszoon dari Belanda, dan yang terakhir suasana haru ketika melihat Oom Piet tiba dari Belanda di Pelabuhan Tanjungpriuk. 


4. Alur pada novel Jemini termasuk lurus/maju. Dilihat dari alurnya novel ini beralur tunggal, karena ceritanya berpusat pada tokoh utama saja, yaitu Jemini. Novel Jemini memiliki alur tunggal sebab ceritanya berpusat pada tokoh utamanya, yaitu Jemini. Adapun akhir ceritanya novel ini beralur tertutup, sebab pada akhir cerita tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan mengenai penyelesaian cerita dari novel Jemini tersebut. 


5. Sudut pandang pada novel Jemini menggunakan metode orang ketiga atau gaya dia. Pengarang menyebutkan nama para tokoh yang muncul di dalam novel Jemini. Maka dengan metode orang ketiga ini, pengarang dapat menjelaskan isi cerita dengan sebebas-bebasnya. 


6. Pesan/amanat yang ingin diungkapkan pengarang kepada pembaca dapat tersampaikan melalui novel tersebut. Amanat yang terkandung antara lain: 
a) Pentingnya pendidikan bagi orangtua dan anak 

b) Orangtua seharusnya melindungi dan menjaga anaknya, bukan menjerumuskannya dengan melakukan praktik kawin paksa. 

c) Seburuk apapun tingkah laku anak, orangtua akan selalu memaafkan dan menerimanya kembali. 

d) Jagalah selalu nama baik keluarga terutama orangtua. 

e) Jadilah anak yang berbakti kepada kedua orangtua. 

f) Roda kehidupan itu selalu berputar, terkadang di atas tetapi terkadang juga bisa di bawah. 

g) Setelah penderitaan akan datang kebahagiaan jika sabar dan tawakal menjalaninya. 

h) Cinta sejati akan datang diwaktu yang tepat.

j) Jangan suka mengumbar hawa nafsu dunia semata.